Pages

Selasa, 02 April 2013

Sistem Embedded


 Sistem embedded didefinisikan sebagai suatu sistem pengolahan informasi yang ditambahkan/ditumpangkan pada produk/alat yang lebih besar (ukuran maupun fungsi). Sistem embedded ini lebih spesifik ditujukan pada alat elektronik yang memiliki fungsi tertentu. Apabila fungsinya terlalu umum, maka sistem tersebut lebih cocok disebut komputer.

Contoh sistem embedded : TV, Radio, handphone, mesin ATM, bahkan mobil (ABS, sistem navigasi, Smart parking, Alarm, dll).
Dalam sebuah sistem, terdapat input(masukan), proses, dan output(keluaran), meskipun ada juga yang hanya terdiri dari input dan proses, seperti perekam data (data logger), jika memori tidak dihitung sebagai keluaran, atau hanya proses dan output, seperti tampilan hiasan lampu.
Bagi para programmer, proses dalam sistem embedded lebih sering ditujukan pada prosessor(mikroprosessor), atau mikrokontroller yang membutuhkan kemampuan pemrograman.
Sedangkan untuk para engineer (elektronik), proses tersebut bisa juga berupa rangkaian digital (programmable) seperti PLC, DSP, FPGA, atau bahkan hanya menggunakan komponen-komponen dasar elektronik pun bisa dilakukan (mungkin hanya penghobi dan pelajar yang punya waktu untuk melakukan ini).

Secara umum input dapat didefinisikan sebagai segala hal yang mempengaruhi proses, sedangkan output adalah hasil dari proses tersebut. Input dapat berupa sensor ,transducer, saklar, tombol, ataupun bentuk komunikasi lain seperti wifi, USB, dan sebagainya. Sedangkan output dapat berupa tampilan (display), ataupun dalam bentuk komunikasi lain (tidak perlu disebutkan lagi).

Hal umum yang perlu diperhatikan dalam sistem embedded antara lain:
Efektif-Reaktif.
Untuk melakukan proses yang berhubungan langsung dengan lingkungan kerja real maka sistem embedded harus dapat melakukan proses secara cepat, atau real-time. Apabila proses pengolahan informasi sistem terlambat, maka hasil proses tersebut tidak dapat digunakan, dengan kata lain sistem tersebut tidak berguna. Untuk menjamin kecepatan proses, maka sistem tersebut secara keseluruhan harus dibuat efektif, mulai dari antarmuka sistem, desain perangkat keras, hingga perangkat lunak-nya.
Efisien.
Semakin kecil daya listrik yang diperlukan, semakin murah harganya, semakin ringan bobotnya, semakin sedikit komponen yang digunakan, dan semakin kecil dimensinya, maka semakin baik.
Handal.
Sistem embedded biasa digunakan untuk melakukan tugas yang sulit, atau tidak dapat dilakukan oleh manusia.Sering kali tugas tersebut berhubungan dengan keamanan manusia, contohnya lampu lalu lintas, sistem navigasi, bahkan pengendali reaktor nuklir. Oleh karena itu dalam pembuatan sistem embedded terdapat prosedur tertentu untuk meminimalisir terjadinya error, dan mekanisme penanganan error, apabila ternyata error tersebut muncul. Fitur-fitur yang tidak diperlukan dalam fungsi utama sistem tersebut sebaiknya dihilangkan, karena fitur tersebut berpotensi menimbulkan bug/eror pada sistem.
Awet.
Kebanyakan sistem embedded bekerja untuk waktu yang sangat lama, bahkan tidak boleh berhenti bekerja. Oleh karena itu segala bentuk pemborosan harus diminimalisir dan kualitas sistem harus teruji dengan baik.

Sentul Paradise Park


Sentul Paradise Park merupakan salah satu tempat wisata air terjun yang terletak di daerah Sentul, Bogor. Letaknya yang masih menyatu dengan alam membuat banyak wisatawan datang untuk mencari tempat wisata yang masih terasa dunia alamnya. Jalanan yang berliku untuk mencapai tempat wisata ini menjadi tantangan tersendiri bagi para wisatawan. Keindahan alam yang menyegarkan serta cuaca sekitar air terjun yang sejuk membuat tempat ini dapat menjadi salah satu tujuan wisata alam yang menarik.
Untuk tiket masuk, tidak perlu khawatir, karena pihak pengelola hanya mematok tarif sebesar Rp 15.000 per orang untuk Senin hingga Jumat dan Rp 20.000 per orang untuk Sabtu dan Minggu. Sedangkan hari libur nasional dikenakan biaya Rp 25.000 per orang.
Sentul Paradise Park sangat cocok dijadikan tujuan utama untuk wisata keluarga, beragam atraksi wisata lainnya tengah kami persiapkan, seperti waterpark, adventure park, bird park dan butterfly kingdom, camping ground, farming park, mountain bike track, theme park, serta food park sebagai ajang wisata kuliner.


Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi para pengunjung ketika berada atau akan pergi ke tempat wisata ini. Kendaraan yang mumpuni, jalanan yang berliku serta keadaan jalanan di sekitar tempat wisata ini cenderung masih berbatu dan licin. Banyak kendaraan proyek keluar masuk disekitarnya dikarenakan tempat ini masih menjalani pemugaran. Cuaca langit bogor yang bisa saja hujan sewaktu-waktu membuat kita para pengunjung harus datang ke tempat ini di pagi hari agar bisa menikmati tempat wisata ini dengan puas. Selain itu pengunjung harus menyiapkan hal-hal seperti payung, sandal jepit, dan terutama baju ganti. 



Tugas Jaringan Komputer 2

Dasar Networking Model-Model Referensi

    Jaringan komputer adalah sekumpulan peralatan komputer yang dihubungkan agar dapat saling berkomunikasi dengan tujuan membagi sumber daya (seperti file dan printer). Agar jaringan dapat berfungsi, dibutuhkan layanan-layanan yang dapat mengatur pembagian sumber daya. Dibutuhkan aturan-aturan (protocols) yang mengatur komunikasi dan layanan-layanan secara umum untuk seluruh sistem jaringan.

Struktur Jaringan
     Ide pokok dari jaringan mungkin sudah setua usia telekomunikasi itu sendiri. Coba anda bayangkan ketika anda harus tinggal di jaman batu, yang ketika itu gendang digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi satu dengan lainnya. Andaikan manusia gua A ingin mengundang manusia gua B untuk bermain, tapi jarak B terlalu jauh dari A untuk mendengar suara gendang yang dibunyikannya. Apa yang akan dilakukan oleh A? Mungkin si A akan datang langsung ke tempat B, membunyikan gendang yang lebih besar, atau meminta C yang tinggal di antara A dan B untuk menyampaikan pesan ke B. Pilihan terakhir inilah yang merupakan dasar dari jaringan.
     Terlepas dari masalah jaman batu, sekarang kita memiliki komputer yang canggih. Dimana komputer yang kita miliki sekarang dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya melalui kabel tembaga, kabel optik, gelombang microwave, dan medium komunikasi lainnya.
     Sebagai hasil dari usaha para programmer dari seluruh dunia, Linux tidak akan tercipta tanpa Internet. Jadi tidaklah mengherankan apabila pada tahap awal pengembangan, beberapa orang mulai mengerjakan kemampuan jaringan di Linux. implementasi UUCP di Linux sudah ada sejak awal dan jaringan dengan basis TCP/IP mulai dikerjakan sejak musim gugur 1992, ketika Ross Biro dan yang lainnya mengerjakan sesuatu yang kini disebut dengan Net-1.
     Setelah Ross berhenti dalam pengembangan pada Mei 1993, Fred Van Kempen mulai bekerja pada implementasi yang baru, menulis ulang bagian terbesar dalam kode. Proyek ini dikenal dengan Net-2. Peluncuran yang pertama adalah Net-2d, dibuat pada musim panas 1993, dan telah dibantu kembangkan oleh beberapa orang, terutama Alan Cox. Hasil pekerjaan Alan dikenal dengan nama Net-3 setelah Linux 1.0 diluncurkan. Kode Net-3 masih dikembangkan lebih lanjut untuk Linux 1.2 dan Linux 2.0. Kernel 2.2 dan seterusnya menggunakan versi Net-4 untuk mendukung jaringan, yang masih tetap menjadi standar sampai saat ini.
Kode untuk jaringan Linux Net-4 menawarkan berbagai macam driver dan kemampuan khusus. Protokol standar Net-4 mencakup :
·         SLIP dan PPP (untuk mengirimkan data melalui route serial)
·          PLIP (untuk route paralel)
·         IPX (untuk jaringan yang kompatibel dengan Novell)
·         Appletalk (untuk jaringan Apple)dan AX.25
·         NetRom dan Rose (untuk jaringan radio amatir)
     Sedangkan kemampuan standar Net-4 mencakup firewall IP, penghitungan IP, dan IP masquerade. IP tunneling dalam berbagai sudut dan kebijaksanaan routing juga didukung. Dukungan untuk berbagai macam tipe perlatan ethernet, untuk mendukung FDDI, Token Ring, Frame Relay, ISDN, dan kartu ATM.
Sebagai tambahan ada beberapa kemampuan yang sangat mendukung fleksibilitas dari Linux. Kemampuan ini termasuk implementasi sistem berkas SMB, yang bekerja bersama dengan aplikasi seperti lanmanager dan Ms. Windows, yang disebut Samba, yang diciptakan oleh Andrew Tridgell, dan sebuah implementasi Novell NCP (Protokol Inti Netware).

     Implementasi jaringan Net-4 sekarang cukup matang dan digunakan dalam banyak situs di seluruh dunia. Banyak waktu yang tersita untuk meningkatkan kemampuan implementasi Net-4. Linux juga seringkali digunakan dalam lingkungan penyedia jasa Internet (ISP).

     Sedangkan kemampuan standar Net-4 mencakup firewall IP, penghitungan IP, dan IP masquerade. IP tunneling dalam berbagai sudut dan kebijaksanaan routing juga didukung. Dukungan untuk berbagai macam tipe perlatan ethernet, untuk mendukung FDDI, Token Ring, Frame Relay, ISDN, dan kartu ATM.
     Sebagai tambahan ada beberapa kemampuan yang sangat mendukung fleksibilitas dari Linux. Kemampuan ini termasuk implementasi sistem berkas SMB, yang bekerja bersama dengan aplikasi seperti lanmanager dan Ms. Windows, yang disebut Samba, yang diciptakan oleh Andrew Tridgell, dan sebuah implementasi Novell NCP (Protokol Inti Netware).
      Implementasi jaringan Net-4 sekarang cukup matang dan digunakan dalam banyak situs di seluruh dunia. Banyak waktu yang tersita untuk meningkatkan kemampuan implementasi Net-4. Linux juga seringkali digunakan dalam lingkungan penyedia jasa Internet (ISP). Linux digunakan untuk membangun World Wide Web (WWW) server, mail server, dan news server yang murah dan terjamin. Sekarang ini sudah ada pengembangan yang cukup besar dalam Linux, dan beberapa versi kernel Linux saat ini menawarkan generasi terbaru IPv6 sebagai suatu standar.

     Mengingat besarnya peran timbal balik antara pengembangan Linux dan jaringan, mungkin akan sulit bagi kita untuk membayangkan Linux tanpa dukungan jaringan yang standar.
    Kita akan membahas tiga macam tipe jaringan, tapi fokus utama akan diarahkan pada TCP/IP karena protokol inilah yang paling populer digunakan baik dalam jaringan lokal (LAN) maupun jaringan yang lebih besar (WAN), seperti Internet. Kita juga akan mempelajari UUCP dan IPX. Dahulu kala UUCP banyak digunakan untuk mengirim berita (news) dan pesan (mail) melalui koneksi telepon dialup. Memang saat ini UUCP sudah jarang digunakan, tapi tetap masih berguna dalam situasi tertentu. Sedangkan protokol IPX banyak digunakan dalam lingkungan Novell Netware dan di bagian belakang akan dijelaskan lebih lanjut cara mengkoneksikan mesin Linux anda dengan jaringan Novell. Ketiganya merupakan protokol jaringan dan digunakan untuk medium pengiriman data antar komputer.
     Kita mendefinisikan jaringan sebagai kumpulan host yang dapat berkomunikasi satu dengan lainnya, yang seringkali bergantung pada pelayanan (service) dari beberapa host komputer yang dikhususkan fungsinya sebagai relay data antar komputer. Host biasanya berupa komputer, tapi tidak selalu, X terminal dan printer cerdas juga bisa dianggap sebagai suatu host. Sekelompok kecil host disebut sebagai situs.

     Komunikasi adalah mustahil tanpa bahasa atau kode yang dapat digunakan untuk komunikasi. Dalam jaringan komputer, bahasa ini seringkali dianalogikan protokol. Tapi perlu diingat, anda tidak bisa membayangkan protokol ini adalah suatu aturan yang tertulis, tapi lebih sebagai kode yang telah diformat sedemikian hingga. Dalam bahasa yang sama, protokol digunakan dalam jaringan komputer adalah bukan apa-apa melainkan suatu aturan tegas untuk pertukaran pesan antara dua atau lebih host.
Tipe Jaringan
Secara umum jaringan komputer dibagi atas lima jenis, yaitu :

1.  Local Area Network (LAN)
merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (misalnya printer) dan saling bertukar informasi.

2.  Metropolitan Area Network (MAN)
pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.


3.  Wide Area Network (WAN)
jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.

4.  Internet
Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.

5.  Jaringan Tanpa Kabel
merupakan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.

Protokol
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras. Protocol digunakan untuk menentukan jenis layanan yang akan dilakukan pada internet.
Pada TCP / IP terdapat beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis, diantaranya adalah :

1.  Protokol Lapisan Aplikasi
bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP) dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).

2.  Protokol Lapisan Antar-Host
berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).

3.  Protokol Lapisan Internetwork
bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP) dan Internet Group Management Protocol (IGMP).

4.  Protokol Lapisan Antarmuka Jaringan
bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernetdan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM)).

Model Referensi OSI
Model Referensi OSI (Open System Interconnection) merupakan salah satu standar protokol jaringan yang menggambarkan fungsi, tujuan dan kerangka kerja suatu struktur model referensi logis dalam sistem komunikasi. Model referensi ini terdiri dari tujuh lapisan, yaitu:

1.  Lapisan fisik (Physical Layer)
Lapisan ini merupakan lapisan paling bawah (dasar) yang bertugas mengendalikan dan mengatur semua hal yang berhubungan dengan masalah transport data, seperti menentukan karakteristik kabel yang digunakan untuk menghubungkan komputer dengan jaringan, mentransfer dan menentukan bagaimana bit-bit data dikodekan, menangani interkoneksi fisik (kabel), mekanikal, elektrikal dan prosedural.

2.  Lapisan Keterkaitan Data (Data Link Layer)
Pada lapisan ini paket data yang ingin dikirim akan berbentuk frame. Fungsi lapisan ini adalah menentukan protokol untuk pertukaran frame data yang lewat melalui kabel. Dengan kata lain, lapisan ini menangani hal yang berhubungan dengan pengambilan dan pelepasan paket data dari dan ke kabel, deteksi dan koreksi kesalahan, serta pengiriman ulang data.

3.  Lapisan Jaringan (Network Layer)
Lapisan ini tugasnya adalah merutekan paket data ke tujuan yang seharusnya, mengendalikan operasi subnet, mengatasi semua masalah yang terjadi pada jaringan sehingga jaringan yang berbeda dapat saling terinterkoneksi.

4.  Lapisan Transport (Transport Layer)
Lapisan ini akan menerima data dari lapisan sesi, memecahnya menjadi potongan data yang lebih kecil, lalu meneruskannya ke lapisan jaringan. Selain itu, lapisan ini juga berfungsi untuk menjamin agar data dapat diterima di sisi penerima dengan benar.

5.  Lapisan Sesi (Session Layer)
Lapisan sesi ini mengijinkan para user untuk menetapkan session dengan user yang lainnya.

6.  Lapisan Presentasi (Presentation Layer)
Lapisan ini akan menterjemahkan struktur data yang telah direpresentasikan. Selain itu, pada lapisan ini juga terjadi kompresi data, enkripsi, deskripsi dan konversi data.

7.  Lapisan Aplikasi (Application Layer)
Lapisan ini fungsinya menyediakan akses aplikasi ke jaringan dan terdiri dari bermacam-macam protokol.

Model Referensi TCP / IP
TCP/IP adalah singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol. Dalam hal ini TCP bertugas menerima pesan elektronik dengan panjang sembarang dan membaginya ke dalam bagian-bagian berukuran 64K. Dengan membagi pesan menjadi bagian-bagian, maka perangkat lunak yang mengontrol komunikasi jaringan dapat mengirim tiap bagian dan menyerahkan prosedur pemeriksaan bagian demi bagian. Apabila suatu bagian mengalami kerusakan selama transmisi, maka program pengirim hanya perlu mengulang transmisi bagian itu dan tidak perlu mengulang dari awal. Sedangkan IP mengambil bagian-bagian, memeriksa ketepatan bagian-bagian, pengalamatan ke sasaran yang dituju dan memastikan apakah bagian-bagian tersebut sudah dikirm sesuai dengan urutan yang benar. IP memiliki informasi tentang berbagai sekema pengalamatan yang berbeda-beda.

1. Internet Layer
Internet layer menentukan format paket yang resmi dan protokol yang resmi yang disebut IP. Tugas internet layer adalah mengirimkan paket-paket IP yang berisi informasi tujuan paket tersebut. Disini diperlukan routing paket, sebab adanya routing paket dapat menghindarkan terjadinya kemacetan pada waktu transmisi data. Secara tidak langsung, kita bisa melihat bahwa internet layer fungsinya hampir sama dengan network layer pada model OSI.

2. Transport Layer
Layer yang berada diatas internet layer pada model TCP / IP adalah transport layer. Ada dua jenis transport layer yaitu Transmission Control Protocol yang mempunyai fungsi untuk memecah data menjadi paket-paket dan meneruskannya ke internet layer dan User Datagram Protocol merupakan protokol yang tidak bisa diandalkan bagi aplikasi-aplikasi yang tidak memerlukan pengurutan TCP.

3. Application Layer
Model TCP/IP tidak memiliki session layer dan presentation layer. Application layer terdapat di puncak model TCP/IP. Layer ini berisi bermacam-macam protokol tingkat tinggi, yaitu : TELNET, FTP,SMTP, DNS, HTTP dan WWW.



Minggu, 24 Maret 2013

Tugas Jaringan Komputer

1.       Dasar Sistem Transmisi
Sistem transmisi merupakan usaha untuk mengirimkan suatu bentuk informasi dari suatu tempat yang merupakan sumber ke tempat lain yang menjadi tujuan. Pada gambar dibawah terlihat dalam perjalanan dari suatu sumber ke tujuan, sinyal akan mengalami berbagai perlakuan dari media transmisi yang dilalui. Perancangan sistem transmisi ditujukan untuk menjaga kualitas informasi yang dikandung agar sebisa mungkin informasi yang dikirimkan dapat diperoleh kembali tanpa mengurangi kualitas informasi.
a.       Daya Sinyal
Daya sinyal merupakan ukuran kekuatan sinyal yang dinyatakan oleh suatu satuan. Satuan yang biasa digunakan untuk menyatakan daya sinyal adalah Watt. Dalam perjalanannya melalui suatu media transmisi sinyal akan mengalami penguatan atau pelemahan, dikatakan mengalami penguatan bila melalui suatu perangkat yang menghasilkan suatu penguatan atau gain, dan mengalami pelemahan bila melalui suatu media transmisi yang bersifat meredam.
Bluetooth adalah teknologi nirkabel standar terbuka untuk pertukaran data jarak pendek (menggunakan pendek panjang gelombang transmisi radio pada pita ISM 2400-2480 MHz) dari perangkat tetap dan bergerak, menciptakan jaringan wilayah pribadi (PANS) dengan tingkat keamanan yang tinggi. Dibuat oleh vendor telekomunikasi Ericsson pada tahun 1994, pada awalnya dipahami sebagai alternatif nirkabel untuk kabel data RS-232. Hal ini dapat menghubungkan beberapa perangkat, mengatasi masalah sinkronisasi.

Bluetooth dikelola oleh Grup Bluetooth Special Interest , yang memiliki lebih dari 15.000 perusahaan anggota di bidang telekomunikasi, komputer, jaringan, dan konsumen elektronik. SIG mengawasi pengembangan spesifikasi, mengelola program kualifikasi, dan melindungi merek dagang. Untuk dipasarkan sebagai perangkat Bluetooth, harus memenuhi syarat standar yang ditetapkan oleh SIG.

2.       Interfacing
Pengenalan  Port Paralel
Port paralel ialah port data  di komputer untuk mentransmisi 8 bit data dalam sekali detak. Standar port paralel  yang baru ialah IEEE 1284 dimana dikeluarkan tahun 1994.  Standar ini mendefinisikan 5 mode operasi sebagai berikut :
1.      Mode kompatibilitas
2.      mode nibble
3.      mode byte
4.      mode EPP (enhanced parallel port)
5.      mode ECP (Extended capability port)
Tujuan dari standar yang baru tersebut ialah untuk mendesain driver dan peralatan yang baru yang kompatibel dengan peralatan lainnya serta standar paralel port sebelumnya (SPP) yangn diluncurkan tahun 1981. Mode  Compatibilitas, nibble dan byte  digunakan sebagai standar perangkat keras yang tersedia di port paralel  orisinal dimana EPP dan ECP membutuhkan tambahan hardware dimana dapat berjalan dengan kecepatan yang lebih tinggi. Mode kompatibilitas atau (“Mode Centronics” ) hanya dapat mengirimkan data pada arah maju pada kecepatan 50 kbytes per detik hingga 150 kbytes per detik. Untuk menerima data, anda harus mengubah mode menjadi mode nibble atau byte. Mode nibble dapat menerima  4 bit (nibble) pada arah yang mundur, misalnya dari alat ke computer. Mode byte  menggunakan fitur bi-directional parallel untuk menerima 1 byte (8 bit) data pada arah mundur. IRQ (Interrupt Request ) pada port paralel  biasanya pada IRQ5 atau IRQ7.

Port paralel Extend dan Enhanced menggunakan  hardware tambahan untuk membangkitkan dan mengatur handshaking. Untuk mengeluarkan 1 byte ke printer menggunakan mode kompatibilitas, software harus :

1.      menulis byte ke data port
2.      cek untuk melihat apakah printer sibuk, jika sibuk, ia tidak akan menerima data, sehingga data yang telah ditulis akan hilang.
3.      buat strobe (pin 1) rendah. Ini memberitahukan printer bahwa data yang benar telah berada di line data
4.      buat strobe tinggi lagi setelah menunggu sekitar 5 mikrodetik setelah membuat strobe low.
Hal ini membatasi kecepatan data. Sedangkan  EPP dan ECP mengizinkan hardware mengecek jika printer sibuk dan mengeluarkan sinyal strobe  atau handshaking lainnya. Ini berate hanya 1 instruksi I/O yang harus dilakukan yang akan meningkatkan kecepatan Port ECP juga mempunyai kelebihan menggunakan saluran DMA dan buffer FIFO, jadi data dapat digeser tanpa menggunakan instruksi I/O.
Protokol  EPP mempunyai 4 macam siklus transfer dta yang berbeda yaitu :

1.      Siklus baca data (Data read)
2.      Siklus baca alamat (Address Read)
3.      Siklus tulis data (data write)
4.      siklus tulis alamat (address write)

Siklus data digunakan untuk mentrasfer data antara host dan peripheral.  Siklus alamat digunakan untuk mengirimkan alamat, saluran (channel) atau informasi perintah dan control.

3.       Signal Generator
Signal generator adalah alat yang menghasilkan signal elektronik ataupun waveform. Signal generator ini boleh menghasilkan empat waveform iaitu sine wave, square wave, triangle wave dan sawtooth wave











Signal generator ini menggunakan PIC18F2550 dengan crystal 20MHz, kemudian menggunakan PLL dalamannya bagi meningkatkan kelajuaan kepada 48MHz. Ini bertujuan untuk meninggikan frekuensi signal keluaran. Namun, frekuensi tertinggi yang boleh di keluarkan adalah sehingga 100Hz dan voltan hanyalah dari 0-5V. Bagi membezakan keempat-empat waveform ini, di bawah adalah gambar signal sine wave, square wave, triangle wave dan sawtooth wave.















                                                                                                                                                                                                


4.       Sinkronisasi
Sinkronisasi adalah suatu cara untuk menghubungkan dua sumber atau beban Arus Bolak-Balik (AC). Sumber AC tersebut antara lain generator dan beban adalah transformer yang akan digabungkan atau diparalel dengan tujuan untuk meningkatkan keandalan dan kapasitas sistem tenaga listrik, seperti telah dijelaskan pada artikel

Pada gambar 1 diperlihatkan 2 buah generator pada satu busbar, generator #1 dalam keadaan terbuka dan akan diparalel atau disinkronkan ke busbar dimana generator #2 telah masuk (telah sinkron dengan jaringan/busbar).








                                                                                                                                                            

5.       Exchange management
6.       Deteksi dan koreksi kesalahan
Kesimpulan Deteksi dan Koreksi Kesalahan adalah suatu komunikasi yang riabel dan efisien yang berada diantara dua mesin yang berdekatan yang secara fisik terhubung oleh sebuah saluran komunikasi yang bekerja seperti halnya kabel dan yang menyerupai kabel yaitu bit, sewaktu-waktu bit itu akan dikirimkan dan dapat diterapkan untuk memberikan koreksi kesalahan pada jumlah kesalahan yang ada.

7.       Addressing and routing
Addressing dan routing adalah fungsi utama dari protokol network layer. Addressing memungkinkan komunikasi data antar host pada jaringan yang sama atau jaringan yang berbeda (pengalamatan secara logical). Internet Protocol version 4 (IPv4) menyediakan pengalamatan hirarkis untuk paket yang membawa data kita. Routing merupakan fungsi yang berrtanggung jawab membawa data melewati sekumpulan jaringan dengan cara memilih jalur terbaik untuk dilewati data.
Addressing
Misalkan kita mempunyai IP Address 172.16.16.12/18, berapakah Subnet Mask, Network Address, Broadcast Address dan banyaknya IP Host ?
IP : 10101100.00010000.00|010000.00011000
Subnet Mask : 11111111.11111111.11|000000.00000000
255 . 255 . 192 . 0
Network Address : 10101100.00010000.00|000000.00000000 (IP AND Subnet)
172 . 16 . 0 . 0
Broadcast Address : 172 . 16 .00|111111.11111111
172 . 16 . 63 . 255
Banyaknya IP Host : 172.16.0.1 s/d 17.16.63.254
Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain. Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada anggota jaringan maka kita dapat menggunakan router ini. Ciri-ciri router adalah adanya fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address.
Fasilitas lain diperoleh dari Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain. Misalnya, jika pada suatu perangkat jaringan (komputer) memiliki IP Adress 192.168.0.1, maka supaya komputer lain dapat berkomunikasi, harus diberikan IP Address dengan Network Identification 192.168.0 dan dengan Host Identification 2-254, contoh 192.168.0.10, 192.168.0.11 dan seterusnya.

Kofigurasi Routing

Konfigurasi routing statis dan Langkah-langkah untuk melakukan konfigurtasi routing statis adalah
sebagai berikut:
Langkah 1 – tentukan dahulu prefix jaringan, subnet mask dan address. Address bias saja interface local atau next hop address yang menuju tujuan.
Langkah 2 – masuk ke mode global configuration.
Langkah 3 – ketik perintah ip route dengan prefix dam mask yang diikuti dengan address seperti yang sudah ditentukan di langkah 1. Sedangkan untuk administrative distance bersifat tambahan, boleh digunakan boleh tidak.
Langkah 4 – ulangi langkah 3 untuk semua jaringan yang dituju yang telah ditentukan pada langkah1.
Langkah 5 – keluar dai mode global configuration.
Langkah 6 – gunakan perintah copy running-config startup-config untuk menyimpan konfigurasi yang sedang aktif ke NVRAM.
Konfigurasi routing default dan langkah2 untuk melakukan konfigurasi routing default adalah sebagai berikut :
Langkah 1 – masuk mode global configuration.
Langkah 2 – ketik perintah ip route dengan 0.0.0.0 sebagi prefix dan 0.0.0.0 sebagai mask. Alamat tambahan untuk routing default dapat berupa address dari local interface yang terhubung langsung ke jaringan luar atau IP address dari next-hop router.
Langkah 3 – keluar dari mode global config.
Langkah 4 – gunakan perintah copy runningconfig startup-config untuk menyimpan konfigurasi yang sedang jalan ke NVRAM.

8.       Pemulihan
9.       Message formatting

10.   Keamanan
Keamanan Jaringan Komputer terutama jika kita menghubungkan komputer misalnya di lab komputer, kantor atau jaringan komputer rumah. Keamanan jaringan melibatkan otorisasi akses ke data dalam jaringan, yang dikendalikan oleh administrator jaringan. Pengguna memilih atau mempunyai ID dan password atau informasi otentikasi lain yang memungkinkan mereka akses ke informasi dan program-program dalam otoritas mereka.

Keamanan jaringan mencakup berbagai jaringan komputer, baik negeri maupun swasta, yang digunakan dalam pekerjaan sehari-hari melakukan transaksi dan komunikasi di kalangan bisnis, instansi pemerintah dan individu.

 Jika diamati mengenai keamanan maka keamanan jaringan komputer dapat ditinjau dari segi bentuknya yaitu seperti berikut:

1)      Keamanan hardware

Keamanan hardware berkaitan dengan perangkat keras yang digunakan dalam jaringan komputer. Keamanan hardware sering dilupakan padahal merupakan hal utama untuk menjaga jaringan dari agar tetap stabil. Dalam keamanan hardware, server dan tempat penyimpanan data harus menjadi perhatian utama. Akses secara fisik terhadap server dan data-data penting harus dibatasi semaksimal mungkin.

 Akan lebih mudah bagi pencuri data untuk mengambil harddisk atau tape backup dari server dan tempat penyimpanannya daripada harus menyadap data secara software dari jaringan. Sampah juga harus diperhatikan karena banyak sekali hacker yang mendatangi tempat sampah perusahaan untuk mencari informasi mengenai jaringan komputernya. Salah satu cara mengamankan hardware adalah menempatkan di ruangan yang memiliki keamanan yang baik. Lubang saluran udara perlu diberi perhatian karena dapat saja orang masuk ke ruangan server melaui saluran tersebut. Kabel-kabel jaringan harus dilindungi agar tidak mudah bagi hacker memotong kabel lalu menyambungkan ke komputernya.

 Akses terhadap komputer juga dapat dibatasi dengan mengeset keamanan di level BIOS yang dapat mencegah akses terhadap komputer, memformat harddisk, dan mengubah isi Main Boot Record (tempat informasi partisi) harddisk. Penggunaan hardware autentifikasiseperti smart card dan finger print detector juga layak dipertimbangkan untuk meningkatkan keamanan.

2)      Keamanan software.

Sesuai dengan namanya, maka yang harus diamankan adalah perangkat lunak. Perangkat lunak yang kita maksud disini bisa berupa sistem operasi, sistem aplikasi, data dan informasi yang tersimpan dalam komputer jaringan terutama pada server. Contohnya, jika server hanya bertugas menjadi router, tidak perlu software web server dan FTP server diinstal. Membatasi software yang dipasang akan mengurangi konflik antar software dan membatasi akses, contohnya jika router dipasangi juga dengan FTP server, maka orang dari luar dengan login anonymous mungkin akan dapat mengakses router tersebut.

 Software yang akan diinstal sebaiknya juga memiliki pengaturan keamanan yang baik. Kemampuan enkripsi (mengacak data) adalah spesifikasi yang harus dimilki oleh software yang akan digunakan, khusunya enkripsi 128 bit karena enkripsi dengan sistem 56 bit sudah dapat dipecahkan dengan mudah saat ini. Beberapa software yang memiliki lubang keamanan adalah mail server sendmail dan aplikasi telnet. Sendmail memiliki kekurangan yaitu dapat ditelnet tanpa login di port (25) dan pengakses dapat membuat email dengan alamat palsu. Aplikasi telnet memiliki kekurangan mengirimkan data tanpa mengenkripsinya (mengacak data) sehingga bila dapat disadap akan sangat mudah untuk mendapatkan data.

 Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah password. Sebaiknya diset panjang password minimum unutk mempersulit hacker memcahkan password. Password juga akan semakin baik jika tidak terdiri huruf atau angak saja, huruf kecil atau kapital semua, namun sebaiknya dikombinasi. Enkripsi dapat menambah keamanan jaringan dengan cara mengacak password dan username, baik dalam record di host maupun pada saat password dan username itu dilewatkan jaringan saat melakukan login ke komputer lain.

 Routing tidak terlepas pula dari gangguan keamanan. Gangguan yang sering muncul adalah pemberian informasi palsu mengenai jalur routing (source routing pada header IP). Pemberian informasi palsu ini biasanya dimaksudkan agar datagram-datagram dapat disadap. Untuk mencegah hal seperti itu, router harus diset agar tidak mengijinkan source routing dan dalam protokol routing disertakan autentifikasi atau semacam password agar informasi routing hanya didapat dari router yang terpercaya. (http://agussale.com/keamanan-jaringan-komputer)

11.   Manajemen network
Network Management adalah sebuah layanan yang menggunakan alat, aplikasi dan perangkat yang digunakan untuk membantu manusia dalam mengatur dan mengamati jaringan. Inti dari sistem manajemen jaringan adalah suatu set aplikasi yang memberikan pelayanan terhadap kebutuhan untuk manajemen jaringan. Minimal sistem akan memasukkan aplikasi dasar untuk memonitor unjuk kerja, kontrol konfigurasi dan akunting. Sistem yang lebih canggih akan memasukkan aplikasi pada kategori tersebut di atas ditambah fasilitas untuk isolasi kesalahan dan perbaikan serta untuk pengaturan fitur keamanan dari jaringan.

Agar memudahkan pengguna atau administrator dalam mengatur dan memonitoring jaringan dan perangkat-perangkatnya perlu dikembangkan sebuah aplikasi Network Management System (NMS). Aplikasi Network Management System (NMS) berdasarkan International Organization for Standards (ISO) memiliki lima kriteria utama yaitu performance management, accounting management, configuration management, fault management dan security management.



1. Arsitektur Network Management
Kebanyakan arsitektur manajemen jaringan menggunakan struktur dasar dan sekumpulan aturan yang sama. Perangkat yang diatur (end station) seperti sebuah sistem komputer atau perangkat jaringan lain menjalankan perangkat lunak yang memungkinkan mereka mengirimkan peringatan ketika mereka mengalami masalah (misalkan, ketika satu atau lebih ambang batas yang ditentukan pengguna terlampaui). Seketika peringatan ini diterima, beberapa entitas manajemen yang telah diprogram akan bereaksi dengan melakukan beberapa instruksi seperti pemberitahuan ke operator, mencatat kejadian, mematikan sistem, dan memperbaiki sistem.











Entitas manajemen juga mampu untuk mengumpulkan informasi perangkat untuk memeriksa nilai variabel yang ditentukan. Proses pengumpulan data ini bisa dilakukan secara otomatis atau dengan bantuan operator, tetapi agen diperangkat yang akan dimonitor akan merespon semua permintaan baik secara otomatis maupun manual. Agen adalah perangkat lunak yang telah dikompilasi dengan informasi perangkat di mana mereka diletakkan dan menyimpan informasi ini dalam database management dan pada akhirnya menyediakan informasi itu kepada entitas manajemen dalam sebuah Network Management System melalui sebuah protokol manajemen jaringan. Protokol yang biasa digunakan yaitu Simple Network Management Protocol (SNMP) dan Common Management Information Protocol (CMIP) (http://www.cisco.com/en/US/docs/internetworking /technology/handbook/NM-Basics.html diakses 31 januari 2008).












2. Standar ISO untuk Network Management

International Standar Organization (ISO) telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam menetapkan standardisasi. Model Network Management yang ditetapkan ISO merupakan model utama yang digunakan untuk memahami fungsi-fungsi utama dari sistem manajemen jaringan. Model ini mencakup 5 (lima) area konseptual yaitu Fault Management, Configuration Management, Accounting Management, Performance Management dan Security Management (FCAPS). Penerapan setiap kriteria membutuhkan keterkaitan yang erat dengan sistem yang lain, misalkan untuk penerapan security management diperlukan sebuah server dan aplikasi khusus untuk authentifikasi pengguna. (http://ee.unila.ac.id/index.php/component/content/article/57weds-knowledge/159-network-management.html)

Sumber:
laksanasimanjuntak.blogdetik.com
www.toko-elektronika.com
10110082.blog.unikom.ac.id
www.alpensteel.com
imeldaruntuthomas.blogspot.com
rizur010593.wordpress.com
gunardisoft.blogspot.com


Senin, 04 Februari 2013

RSBI

Penghapusan RSBI oleh MK masih menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat. Pro dan kontra oleh sebagian besar orang tua murid. Ada yang bilang kalau mau pendidikan lebih maju kenapa RSBI harus di bubarkan? Ada juga yang bilang, pendidikan di Indonesia harus disamaratakan, tidak boleh ada kastanisasi. Pro dan kontra itu wajar saja namun yang harus dikaji tentang penghapusan RSBI adalah sistem pembelajaran itu sendiri.

Kastanisasi yang terjadi di dunia pendidikan memang harus diakhiri. Akan tetapi kualitas dan fasilitas maupun pengajar di RSBI sebaiknya tetap dipertahankan dan ditularkan ke sekolah-sekolah non RSBI. Banyak sekolah-sekolah yang masih butuh pengajar dan fasilitas sekelas RSBI.

Seharusnya pendidikan di Indonesia harus merata terutama di daerah-daerah. Masih banyak sekolah yang tidak layak. Sekolah di daerah kurang mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah. Nyatanya, masih banyak sekolah di daerah yang anak didiknya belajar di lantai atau satu kelas dibagi dua pembelajaran sehingga peserta didik kurang konsentrasi belajar.

Kesenjangan ini yang seharusnya dilihat oleh pemerintah, khususnya dinas pendidikan di Indonesia. Orang-orang terlalu sibuk dengan RSBI maupun sekolah unggulan lainnya tetapi mengesampingkan pendidikan di daerah.



Murid sekolah RSBI mungkin bisa membeli perlengkapan sekolah yang mereka butuhkan dengan mudah. Berangkat ke sekolah dengan kendaraan mewah. Akan tetapi bagaimana dengan murid di sekolah terpencil yang pergi ke sekolah harus berjuang dahulu. Untuk membeli peralatan sekolah pun mereka kesulitan. Indonesia tidak akan sukses dengan program bebas buta huruf jika sistem pendidikan masih seperti ini.



Anggaran pemerintah yang digelontorkan untuk RSBI dan sekolah-sekolah unggulan sebaiknya dialihkan untuk membiayai sekolah-sekolah di daerah terpencil. Pemerintah tidak boleh menutup mata atas sekolah di daerah-daerah terpencil supaya mereka juga bisa menikmati pelayanan pendidikan yang layak karena pendidikan adalah tanggung jawab negara.

Saya sendiri menilai penghapusan RSBI itu cukup bijaksana. Pemerataan sistem pendidikan untuk masa depan anak bangsa tidak boleh ada sistem kastanisasi demi kemajuan bangsa. Namun, para pengajar diharapkan tetap profesional dengan menjalankan tugasnya seperti biasa.