Pages
Jumat, 05 Juli 2013
Button play and stop Action SCript 3.0
Pausing Sound
Pada section ini ada sedikit perubahan, tambahkan variable :
var lastPosition:Number = 0;
variable tersebut nantinya berfungsi utuk mendeteksi posisi akhir dari suara ketika dimainkan.
Maka pada Playing Sound dan Stopping Sound scriptnya menjadi :
//Playing Sound
function clickPlay(event:MouseEvent) {
movie.speakerLeft.gotoAndStop("loncat");
movie.speakerRight.gotoAndStop("loncat");
myChannel = mySound.play(lastPosition);
}
function clickStop(event:MouseEvent) {
movie.speakerLeft.gotoAndStop("diam");
movie.speakerRight.gotoAndStop("diam");
lastPosition = 0;
myChannel.stop();
}
Lalu untuk script pada button Pause :
Pausing Sound
function clickPause(event:MouseEvent) {
movie.speakerLeft.gotoAndStop("diam");
movie.speakerRight.gotoAndStop("diam");
lastPosition = myChannel.position;
myChannel.stop();
}
Read more: http://tutorial-kecil.com/2011/04/26/action-script-3-0-load-sound.html#ixzz2RYqEX19j
LA PL/SQL
Declare (awal
pembuatan program)
Alas number(3); (deklarasi
variable alas dengan tipe data number dengan panjang 3)
Tinggi number(3); (deklarasi
variable tinggi dengan tipe data number)
Luas number(3); (deklarasi
variable luas dengan tipe data number)
Begin (memulai
program)
Alas = ‘&alas’; (‘&alas’
: untuk memberikan nilai pada alas)
Tinggi = ‘&tinggi’; (‘&tinggi’:
untuk memberikan nilai pada tinggi
Luas =
(alas*tinggi)/2; (ruimus menghitung luas)
Dbms_output.put_line(‘alas
=’||alas); (menghasilkan output dengan alas = nilai alas yang diberikan)
Dbms_output.put_line(‘tinggi
=’||tinggi); (menghasilkan output dengan tinggi = nilai tinggi yang
diberikan)
Dbms_output.put_line(‘luas
=’||luas); (menghasilkan output dengan luas = nilai luas yang diberikan)


Declare (awal
pembuatan program)
Nama char(20); (deklarasi
variable nama dengan tipe data char)
npm number(8); (deklarasi
variable npm dengan tipe data number)
Kelas number(5); (deklarasi
variable kelas dengan tipe data char)
Begin (memulai
program)
Nama := ‘&nama’; (‘&nama’
: untuk memberikan nilai pada nama)
Npm := ‘&tnpm’; (‘npm’: untuk
memberikan nilai pada npm)
Kelas :=
‘&kelas’; (‘&kelas’: untuk memberikan nilai pada kelas)
Dbms_output.put_line(‘nama
=’||nama); (menghasilkan output dengan nama = nilai nama yang diberikan)
Dbms_output.put_line(‘npm=’||npm);
(menghasilkan output dengan npm = nilai npm yang diberikan)
Dbms_output.put_line(‘kelas
=’||kelas); (menghasilkan output dengan kelas = nilai kelas
Penulisan Ilmiah: PENDAHULUAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Teknologi informasi saat ini sudah
berkembang dengan pesat. Pemanfaatannya saat ini digunakan untuk memudahkan
pekerjaan manusia. Seluruh informasi di dunia dapat terhubung dengan mudah dan
cepat dengan adanya teknologi informasi. Kebutuhan akan teknologi yang mudah
dibawa, dengan berbagai kelebihan perangkat lunak didalamnya menjadi sesuatu
yang sangat dicari. Alat komunikasi menjadi salah satu teknologi informasi yang
sudah memiliki kemajuan sangat pesat. Telepon pintar atau sekarang lebih
dikenal dengan smartphone sudah
menjadi satu barang penting yang harus ada disetiap aktifitas masyarakat.
Berbagai jenjang usia sudah menikmati canggihnya perkembangan smartphone yang
ada. Perubahan sikap seseorang pun dapat dipengaruhi dengan adanya telepon
pintar ini.
Anak-anak akan lebih suka bermain diluar
bertemu dengan teman sebayanya dan bersosialisasi. Mereka akan lebih menikmati aplikasi
yang ada didalam smartphone tersebut.
Minat anak-anak untuk mengenal dan
mengetahui lingkungan sekitar turut terpengaruh sehingga cenderung menurunkan
minat anak-anak untuk membaca termasuk tentang pengetahuan tentang kebudayaan
Indonesia. Anak-anak akan lebih mencari informasi melalui aplikasi yang ada
pada smartphone ataupun mencarinya
pada mesin pencari elektronik (search engine)
dibandingkan membaca buku.
Berdasarkan penjelasan diatas penulis
ingin membuat aplikasi pengenalan budaya setiap propinsi di Indonesia berbasis
android dengan harapan dapat membantu anak-anak untuk mengenal dan mengetahui
lebih jauh tentang ciri khas berbagai provinsi di Indonesia dengan tampilan
yang lebih interaktif dan lebih mudah dipahami karena menggunakan media
teknologi sebagai media belajar.
1.2 Batasan Masalah
Penulisan
ini dibatasi pada bagaimana merancang dan mengimplementasikan aplikasi pengenalan
budaya 34 propinsi di Indonesia berbasis android. Pengenalan jenis rumah adat,
pakaian adat, dan tarian tiap daerah akan ditampilkan dalam bentuk yang lebih
interaktif sehingga anak-anak sebagai pengguna utama tidak jenuh ketika belajar
mengenal budaya di Indonesia. Aplikasi dibuat dengan interface desain berupa gambar dan disertai dengan suara. Dalam
pembuatannya penulis menggunakan software
pendukung desain yaitu Adobe Photoshop dan Adobe Flash.
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan
dalam penulisan ini adalah membuat aplikasi pengenalan budaya propinsi di
Indonesia diharapkan memudahkan anak-anak untuk mengingat dan mengenal ciri khas
tiap propinsi di Indonesia.
1.4 Metode Penelitian
Metode
penulisan yang penulis gunakan adalah metode SDLC (Systems Development Life Cycle), menurut teori McLeod (2001,
hal.123).
Pertama,
Analisis sistem. Penulis melakukan pengumpulan informasi mengenai keterlibatan
anak-anak dalam mengenal dan mengetahui ciri khas tiap daerah di Indonesia
dengan melakukan pencarian melalui browsing
internet, menanyakan secara langsung kepada anak-anak sekolah dasar, selain
itu penulis juga mempelajari buku yang membahas tentang pemrograman menggunakan
Adobe Flash.
Kedua,
spesifikasi yang dibutuhkan. Penulis membutuhkan beberapa software desain pendukung seperti Adobe Photoshop, dan Adobe Flash
Professional. Selain itu, agar aplikasi ini dapat berjalan dengan baik pada
sistem operasi perangkat android dibutuhkan android SDK manager dan juga adobe
AIR sebagai emulator penghubung antara PC dengan perangkat android.
Ketiga,
perancangan. Perancangan aplikasi ini dibuat dengan 3 halaman tampilan.
Tampilan pertama atau tampilan awal aplikasi, tampilan kedua merupakan halaman
menu. Halaman menu terdapat pilihan pengenalan budaya berbentuk peta yang dapat
dipilih sesuai dengan pilihan propinsi, dan halaman isi yang merupakan halaman tampilan
yang dipilih pada halaman menu. Dalam merancang tampilan aplikasi perancangan
struktur navigasi, pembuatan objek, dan pembuatan tampilan menggunakan Adobe
Photoshop CS6.
Keempat,
pengujian aplikasi. Penulis melakukan pengujian aplikasi pada personal
computer (PC) setelah berhasil debugging
kemudian dipasangkan pada perangkat android yang telah disempurnakan dengan
perangkat Adobe AIR untuk sistem operasi android dan dicoba kepada anak-anak
untuk melihat bagaimana tanggapan mereka ketika menjalankan aplikasi.
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika
penulisan yang dibuat dalam penulisan ilmiah ini adalah:
Pertama,
penulis menguraikan tentang latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan
penulisan, metode penulisan yang dipakai dan sistematika penulisan yang akan
dibahas dalam penulisan ilmiah ini.
Kedua,
penulis menjelaskan teori umum tentang definisi android, definisi Flash dan
Action Script 3.0, definisi SDK Manager, tampilan layar pada Adobe Flash,
tampilan layar Action Script, tampilan layar SDK manager, dan cara
menghubungkan aplikasi dengan perangkat Android.
Ketiga,
penulis menjelaskan tentang cara pembuatan aplikasi tentang bagaimana mendesain
tampilan menu, membuat tombol navigasi, mengubah gambar yang ada menjadi gambar
vektor, memasukkan efek suara, dan
membuat script.
Keempat,
penulis mengambil kesimpulan dari hal-hal yang telah diuraikan dari bab-bab
terdahulu dan berdasarkan kesimpulan tersebut penulis membuat saran-saran yang
dianggap perlu.
Rabu, 12 Juni 2013
Ini Keinginanku
Cerita dibawah ini merupakan cerita fiktif dengan terinspirasi
dari beberapa kejadian nyata. Jika ditemukan kesamaan cerita ataupun tempat kejadian
itu semua terjadi karena factor ketidaksengajaan.
Author POV
Semilir angin menghempaskan lembut rambut hitam
seorang gadis yang kini berdiri tepat didepan sungai han. Tatapan kosong lurus
kedepan bisa saja membuatnya terlupa dengan keadaan nyata disekitarnya. Raut
wajahnya seolah menggambarkan suasana hati yang kini dapat dikatakan tidak
baik. Didalam pikirannya tersirat beribu-ribu pikiran yang sedari tadi bahkan
mungkin beberapa hari ini hadir tidak diinginkan. Masih teringat dengan jelas
ucapan sang ayah yang mengatakan:
“Kau
harus jadi ekonom”
gadis
itu pun menggelengkan kepalanya kuat mencoba menghilangkan semua ucapan yang
dikatan ayahnya tersebut. Bagaimana tidak, keinginan ayahnya yang menginginkan
putrinya memilih jurusan ekonomi ketika kuliah berbanding terbalik dengan apa
yang diinginkan dirinya. Melihat wartawan mengejar berita, menunggu narasumber
berjam-jam, dan menulis serta melaporkan suatu kejadian adalah hal yang sudah
lama dicita-citakannya.
“apa
yang kau dapat dari menjadi seorang wartawan?”
Ucapan
itu masih terus-menerus hinggap didalam kepalanya. Ayahnya mungkin memang benar
jika dirinya menjadi wartawan apa yang didapatnya tidak sebanding dengan jika
dirinya menjadi seorang ekonom, akan tetapi bukan itu satu-satunya alasan
dirinya harus merubah keinginan dan jalan hidup yang dia inginkan. Kemampuan
menulis dan mengeja kata sudah terlihat bahkan ketika dirinya duduk di bangku
sekolah dasar. Menulis cerita pendek di majalah dinding sekolah ataupun
mengumpulkan berita dimajalah dan kemudian di kumpulkan dan di ceritakan
kembali dengan bahasanya sendiri adalah hal yang sudah lama ia jalankan dan ia
menyukai hal itu. Ayahnya berpikiran bahwa dengan dirinya menjadi seorang ekonom
ataupun seseorang yang bekerja dibidang ekonomi sudah pasti akan memiliki
kehidupan yang jelas. Lantas apakah dengan menjadi wartawan hidupnya tidak
jelas? lagi-lagi pikiran berontak itu keluar.
Flashback
“Ayah,
menjadi wartawan adalah keinginanku dan aku yakin aku bisa mendapatkan hidupku
dengan menjadi wartawan. Aku mohon, tolong ayah ijinkan aku mencapai apa yang
aku inginkan”
Untuk
pertama kalinya ia mencoba mengeluarkan apa yang ia rasakan dan ia ingin katakana.
Selama ini sudah mencoba untuk menurut dan mengikuti apa yang diinginkan kedua
orang tuanya khususnya ayahnya. Merasa tidak direspon atas apa yang
dikatakannya ia pun berkata “aku akan menunjukkan pada ayah bahwa aku bahagia
dengan pilihanku”. Mendengar putrinya berkata seperti itu sang ayah menoleh
dengan menunjukkan ekspresi kagetnya. Bagaimana tidak selama ini putrinya
dikenal sebagai anak yang penurut dan tidak pernah membantah namun tidak untuk
kali ini. Dengan langkah cepat ia keluar dari ruang tengah yang terlihat tidak
begitu luas namun cukup menempatkan 2 buah sofa panjang, dengan 1 meja serta 1
buah meja sebagai hiasannya. Sang ayah masih tetap diposisinya dengan berusaha
menyerap kata-kata yang dikeluarkan putrinya barusan.
Flashback end
“apa
yang harus aku lakukan?” gumamnya yang nyari tidak terdengar bahkan oleh
telinganya sendiri. Mencoba menahan rasa panas dimatanya ia pun menundukkan
kepalanya.
drrttt,
drttt, drrttt…..
Dikeluarkannya
ponsel yang sudah bergetar sedari tadi, dan terlihat jelas panggilan masuk dari
sang ayah. Dengan perasaan ragu ia pun menjawab telpon dari ayahnya tersebut.
“Halo…”
“Pulanglah..
Ada hal yang ingin ayah katakana dan ini ada hubungannya dengan masa depanmu”
deg..
ia
sama sekali tidak ingin pertengkaran yang sebelumnya terjadi kini harus
terulang akibat dirinya dan tentunya sang ayah yang sama-sama tidak ingin
melepaskan ego mereka.
“baiklah
ayah aku akan pulang segera”
Ditarik
napasnya dan kemudian dibuangnya secara kasar, mencoba untuk merefleksikan
dirinya yang kali ini mungkin akan menghadapi sesuatu yang tidak akan ia
bayangkan sebelumnya.
Dirumah
“ayah
sudah memutuskan” ucap laki-laki setengah baya yang kini duduk tepat didepannya.
“kau…”
ia pun mencoba mendongak melihat sang ayah yang sedari tadi bicara
“kau
silahkan memilih jalan hidup yang kau inginkan, ayah sudah memikirkan hal ini.
Ayah tidak bisa selamanya mengatur kehidupanmu, kau berhak menentukkan hidupmu
sendiri dan kini ayah mengijinkan kau untuk menjadi seorang wartawan”
Merasa
tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya, ia mencoba bertanya
kembali untuk mempertegas
“apakah
itu benar ayah?” ucapnya setengah menangis
“iya,
itu benar. Ayah akan mendukung apapun keputusanmu”
Tidak
bisa berkata apa-apa ia pun segera menghambur memeluk ayahnya.
“terima
kasih ayah, terima kasih” ucapnya dengan nada suara yang kini sudah menangis
kencang
“Kau
berhak mearih cita-citamu. Dimana pun tidak ada orang tua yang tidak ingin
melihat anaknya bahagia. Dan ayah menyadari bahwa kebahagianmu adalah menjadi
apa yang kau inginkan. Raihlah apa yang kau inginkan nak, jangan kecewakan
orang tuamu”
End
Langganan:
Postingan (Atom)

