Pages

Minggu, 24 Maret 2013

Tugas Jaringan Komputer

1.       Dasar Sistem Transmisi
Sistem transmisi merupakan usaha untuk mengirimkan suatu bentuk informasi dari suatu tempat yang merupakan sumber ke tempat lain yang menjadi tujuan. Pada gambar dibawah terlihat dalam perjalanan dari suatu sumber ke tujuan, sinyal akan mengalami berbagai perlakuan dari media transmisi yang dilalui. Perancangan sistem transmisi ditujukan untuk menjaga kualitas informasi yang dikandung agar sebisa mungkin informasi yang dikirimkan dapat diperoleh kembali tanpa mengurangi kualitas informasi.
a.       Daya Sinyal
Daya sinyal merupakan ukuran kekuatan sinyal yang dinyatakan oleh suatu satuan. Satuan yang biasa digunakan untuk menyatakan daya sinyal adalah Watt. Dalam perjalanannya melalui suatu media transmisi sinyal akan mengalami penguatan atau pelemahan, dikatakan mengalami penguatan bila melalui suatu perangkat yang menghasilkan suatu penguatan atau gain, dan mengalami pelemahan bila melalui suatu media transmisi yang bersifat meredam.
Bluetooth adalah teknologi nirkabel standar terbuka untuk pertukaran data jarak pendek (menggunakan pendek panjang gelombang transmisi radio pada pita ISM 2400-2480 MHz) dari perangkat tetap dan bergerak, menciptakan jaringan wilayah pribadi (PANS) dengan tingkat keamanan yang tinggi. Dibuat oleh vendor telekomunikasi Ericsson pada tahun 1994, pada awalnya dipahami sebagai alternatif nirkabel untuk kabel data RS-232. Hal ini dapat menghubungkan beberapa perangkat, mengatasi masalah sinkronisasi.

Bluetooth dikelola oleh Grup Bluetooth Special Interest , yang memiliki lebih dari 15.000 perusahaan anggota di bidang telekomunikasi, komputer, jaringan, dan konsumen elektronik. SIG mengawasi pengembangan spesifikasi, mengelola program kualifikasi, dan melindungi merek dagang. Untuk dipasarkan sebagai perangkat Bluetooth, harus memenuhi syarat standar yang ditetapkan oleh SIG.

2.       Interfacing
Pengenalan  Port Paralel
Port paralel ialah port data  di komputer untuk mentransmisi 8 bit data dalam sekali detak. Standar port paralel  yang baru ialah IEEE 1284 dimana dikeluarkan tahun 1994.  Standar ini mendefinisikan 5 mode operasi sebagai berikut :
1.      Mode kompatibilitas
2.      mode nibble
3.      mode byte
4.      mode EPP (enhanced parallel port)
5.      mode ECP (Extended capability port)
Tujuan dari standar yang baru tersebut ialah untuk mendesain driver dan peralatan yang baru yang kompatibel dengan peralatan lainnya serta standar paralel port sebelumnya (SPP) yangn diluncurkan tahun 1981. Mode  Compatibilitas, nibble dan byte  digunakan sebagai standar perangkat keras yang tersedia di port paralel  orisinal dimana EPP dan ECP membutuhkan tambahan hardware dimana dapat berjalan dengan kecepatan yang lebih tinggi. Mode kompatibilitas atau (“Mode Centronics” ) hanya dapat mengirimkan data pada arah maju pada kecepatan 50 kbytes per detik hingga 150 kbytes per detik. Untuk menerima data, anda harus mengubah mode menjadi mode nibble atau byte. Mode nibble dapat menerima  4 bit (nibble) pada arah yang mundur, misalnya dari alat ke computer. Mode byte  menggunakan fitur bi-directional parallel untuk menerima 1 byte (8 bit) data pada arah mundur. IRQ (Interrupt Request ) pada port paralel  biasanya pada IRQ5 atau IRQ7.

Port paralel Extend dan Enhanced menggunakan  hardware tambahan untuk membangkitkan dan mengatur handshaking. Untuk mengeluarkan 1 byte ke printer menggunakan mode kompatibilitas, software harus :

1.      menulis byte ke data port
2.      cek untuk melihat apakah printer sibuk, jika sibuk, ia tidak akan menerima data, sehingga data yang telah ditulis akan hilang.
3.      buat strobe (pin 1) rendah. Ini memberitahukan printer bahwa data yang benar telah berada di line data
4.      buat strobe tinggi lagi setelah menunggu sekitar 5 mikrodetik setelah membuat strobe low.
Hal ini membatasi kecepatan data. Sedangkan  EPP dan ECP mengizinkan hardware mengecek jika printer sibuk dan mengeluarkan sinyal strobe  atau handshaking lainnya. Ini berate hanya 1 instruksi I/O yang harus dilakukan yang akan meningkatkan kecepatan Port ECP juga mempunyai kelebihan menggunakan saluran DMA dan buffer FIFO, jadi data dapat digeser tanpa menggunakan instruksi I/O.
Protokol  EPP mempunyai 4 macam siklus transfer dta yang berbeda yaitu :

1.      Siklus baca data (Data read)
2.      Siklus baca alamat (Address Read)
3.      Siklus tulis data (data write)
4.      siklus tulis alamat (address write)

Siklus data digunakan untuk mentrasfer data antara host dan peripheral.  Siklus alamat digunakan untuk mengirimkan alamat, saluran (channel) atau informasi perintah dan control.

3.       Signal Generator
Signal generator adalah alat yang menghasilkan signal elektronik ataupun waveform. Signal generator ini boleh menghasilkan empat waveform iaitu sine wave, square wave, triangle wave dan sawtooth wave











Signal generator ini menggunakan PIC18F2550 dengan crystal 20MHz, kemudian menggunakan PLL dalamannya bagi meningkatkan kelajuaan kepada 48MHz. Ini bertujuan untuk meninggikan frekuensi signal keluaran. Namun, frekuensi tertinggi yang boleh di keluarkan adalah sehingga 100Hz dan voltan hanyalah dari 0-5V. Bagi membezakan keempat-empat waveform ini, di bawah adalah gambar signal sine wave, square wave, triangle wave dan sawtooth wave.















                                                                                                                                                                                                


4.       Sinkronisasi
Sinkronisasi adalah suatu cara untuk menghubungkan dua sumber atau beban Arus Bolak-Balik (AC). Sumber AC tersebut antara lain generator dan beban adalah transformer yang akan digabungkan atau diparalel dengan tujuan untuk meningkatkan keandalan dan kapasitas sistem tenaga listrik, seperti telah dijelaskan pada artikel

Pada gambar 1 diperlihatkan 2 buah generator pada satu busbar, generator #1 dalam keadaan terbuka dan akan diparalel atau disinkronkan ke busbar dimana generator #2 telah masuk (telah sinkron dengan jaringan/busbar).








                                                                                                                                                            

5.       Exchange management
6.       Deteksi dan koreksi kesalahan
Kesimpulan Deteksi dan Koreksi Kesalahan adalah suatu komunikasi yang riabel dan efisien yang berada diantara dua mesin yang berdekatan yang secara fisik terhubung oleh sebuah saluran komunikasi yang bekerja seperti halnya kabel dan yang menyerupai kabel yaitu bit, sewaktu-waktu bit itu akan dikirimkan dan dapat diterapkan untuk memberikan koreksi kesalahan pada jumlah kesalahan yang ada.

7.       Addressing and routing
Addressing dan routing adalah fungsi utama dari protokol network layer. Addressing memungkinkan komunikasi data antar host pada jaringan yang sama atau jaringan yang berbeda (pengalamatan secara logical). Internet Protocol version 4 (IPv4) menyediakan pengalamatan hirarkis untuk paket yang membawa data kita. Routing merupakan fungsi yang berrtanggung jawab membawa data melewati sekumpulan jaringan dengan cara memilih jalur terbaik untuk dilewati data.
Addressing
Misalkan kita mempunyai IP Address 172.16.16.12/18, berapakah Subnet Mask, Network Address, Broadcast Address dan banyaknya IP Host ?
IP : 10101100.00010000.00|010000.00011000
Subnet Mask : 11111111.11111111.11|000000.00000000
255 . 255 . 192 . 0
Network Address : 10101100.00010000.00|000000.00000000 (IP AND Subnet)
172 . 16 . 0 . 0
Broadcast Address : 172 . 16 .00|111111.11111111
172 . 16 . 63 . 255
Banyaknya IP Host : 172.16.0.1 s/d 17.16.63.254
Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain. Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada anggota jaringan maka kita dapat menggunakan router ini. Ciri-ciri router adalah adanya fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address.
Fasilitas lain diperoleh dari Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain. Misalnya, jika pada suatu perangkat jaringan (komputer) memiliki IP Adress 192.168.0.1, maka supaya komputer lain dapat berkomunikasi, harus diberikan IP Address dengan Network Identification 192.168.0 dan dengan Host Identification 2-254, contoh 192.168.0.10, 192.168.0.11 dan seterusnya.

Kofigurasi Routing

Konfigurasi routing statis dan Langkah-langkah untuk melakukan konfigurtasi routing statis adalah
sebagai berikut:
Langkah 1 – tentukan dahulu prefix jaringan, subnet mask dan address. Address bias saja interface local atau next hop address yang menuju tujuan.
Langkah 2 – masuk ke mode global configuration.
Langkah 3 – ketik perintah ip route dengan prefix dam mask yang diikuti dengan address seperti yang sudah ditentukan di langkah 1. Sedangkan untuk administrative distance bersifat tambahan, boleh digunakan boleh tidak.
Langkah 4 – ulangi langkah 3 untuk semua jaringan yang dituju yang telah ditentukan pada langkah1.
Langkah 5 – keluar dai mode global configuration.
Langkah 6 – gunakan perintah copy running-config startup-config untuk menyimpan konfigurasi yang sedang aktif ke NVRAM.
Konfigurasi routing default dan langkah2 untuk melakukan konfigurasi routing default adalah sebagai berikut :
Langkah 1 – masuk mode global configuration.
Langkah 2 – ketik perintah ip route dengan 0.0.0.0 sebagi prefix dan 0.0.0.0 sebagai mask. Alamat tambahan untuk routing default dapat berupa address dari local interface yang terhubung langsung ke jaringan luar atau IP address dari next-hop router.
Langkah 3 – keluar dari mode global config.
Langkah 4 – gunakan perintah copy runningconfig startup-config untuk menyimpan konfigurasi yang sedang jalan ke NVRAM.

8.       Pemulihan
9.       Message formatting

10.   Keamanan
Keamanan Jaringan Komputer terutama jika kita menghubungkan komputer misalnya di lab komputer, kantor atau jaringan komputer rumah. Keamanan jaringan melibatkan otorisasi akses ke data dalam jaringan, yang dikendalikan oleh administrator jaringan. Pengguna memilih atau mempunyai ID dan password atau informasi otentikasi lain yang memungkinkan mereka akses ke informasi dan program-program dalam otoritas mereka.

Keamanan jaringan mencakup berbagai jaringan komputer, baik negeri maupun swasta, yang digunakan dalam pekerjaan sehari-hari melakukan transaksi dan komunikasi di kalangan bisnis, instansi pemerintah dan individu.

 Jika diamati mengenai keamanan maka keamanan jaringan komputer dapat ditinjau dari segi bentuknya yaitu seperti berikut:

1)      Keamanan hardware

Keamanan hardware berkaitan dengan perangkat keras yang digunakan dalam jaringan komputer. Keamanan hardware sering dilupakan padahal merupakan hal utama untuk menjaga jaringan dari agar tetap stabil. Dalam keamanan hardware, server dan tempat penyimpanan data harus menjadi perhatian utama. Akses secara fisik terhadap server dan data-data penting harus dibatasi semaksimal mungkin.

 Akan lebih mudah bagi pencuri data untuk mengambil harddisk atau tape backup dari server dan tempat penyimpanannya daripada harus menyadap data secara software dari jaringan. Sampah juga harus diperhatikan karena banyak sekali hacker yang mendatangi tempat sampah perusahaan untuk mencari informasi mengenai jaringan komputernya. Salah satu cara mengamankan hardware adalah menempatkan di ruangan yang memiliki keamanan yang baik. Lubang saluran udara perlu diberi perhatian karena dapat saja orang masuk ke ruangan server melaui saluran tersebut. Kabel-kabel jaringan harus dilindungi agar tidak mudah bagi hacker memotong kabel lalu menyambungkan ke komputernya.

 Akses terhadap komputer juga dapat dibatasi dengan mengeset keamanan di level BIOS yang dapat mencegah akses terhadap komputer, memformat harddisk, dan mengubah isi Main Boot Record (tempat informasi partisi) harddisk. Penggunaan hardware autentifikasiseperti smart card dan finger print detector juga layak dipertimbangkan untuk meningkatkan keamanan.

2)      Keamanan software.

Sesuai dengan namanya, maka yang harus diamankan adalah perangkat lunak. Perangkat lunak yang kita maksud disini bisa berupa sistem operasi, sistem aplikasi, data dan informasi yang tersimpan dalam komputer jaringan terutama pada server. Contohnya, jika server hanya bertugas menjadi router, tidak perlu software web server dan FTP server diinstal. Membatasi software yang dipasang akan mengurangi konflik antar software dan membatasi akses, contohnya jika router dipasangi juga dengan FTP server, maka orang dari luar dengan login anonymous mungkin akan dapat mengakses router tersebut.

 Software yang akan diinstal sebaiknya juga memiliki pengaturan keamanan yang baik. Kemampuan enkripsi (mengacak data) adalah spesifikasi yang harus dimilki oleh software yang akan digunakan, khusunya enkripsi 128 bit karena enkripsi dengan sistem 56 bit sudah dapat dipecahkan dengan mudah saat ini. Beberapa software yang memiliki lubang keamanan adalah mail server sendmail dan aplikasi telnet. Sendmail memiliki kekurangan yaitu dapat ditelnet tanpa login di port (25) dan pengakses dapat membuat email dengan alamat palsu. Aplikasi telnet memiliki kekurangan mengirimkan data tanpa mengenkripsinya (mengacak data) sehingga bila dapat disadap akan sangat mudah untuk mendapatkan data.

 Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah password. Sebaiknya diset panjang password minimum unutk mempersulit hacker memcahkan password. Password juga akan semakin baik jika tidak terdiri huruf atau angak saja, huruf kecil atau kapital semua, namun sebaiknya dikombinasi. Enkripsi dapat menambah keamanan jaringan dengan cara mengacak password dan username, baik dalam record di host maupun pada saat password dan username itu dilewatkan jaringan saat melakukan login ke komputer lain.

 Routing tidak terlepas pula dari gangguan keamanan. Gangguan yang sering muncul adalah pemberian informasi palsu mengenai jalur routing (source routing pada header IP). Pemberian informasi palsu ini biasanya dimaksudkan agar datagram-datagram dapat disadap. Untuk mencegah hal seperti itu, router harus diset agar tidak mengijinkan source routing dan dalam protokol routing disertakan autentifikasi atau semacam password agar informasi routing hanya didapat dari router yang terpercaya. (http://agussale.com/keamanan-jaringan-komputer)

11.   Manajemen network
Network Management adalah sebuah layanan yang menggunakan alat, aplikasi dan perangkat yang digunakan untuk membantu manusia dalam mengatur dan mengamati jaringan. Inti dari sistem manajemen jaringan adalah suatu set aplikasi yang memberikan pelayanan terhadap kebutuhan untuk manajemen jaringan. Minimal sistem akan memasukkan aplikasi dasar untuk memonitor unjuk kerja, kontrol konfigurasi dan akunting. Sistem yang lebih canggih akan memasukkan aplikasi pada kategori tersebut di atas ditambah fasilitas untuk isolasi kesalahan dan perbaikan serta untuk pengaturan fitur keamanan dari jaringan.

Agar memudahkan pengguna atau administrator dalam mengatur dan memonitoring jaringan dan perangkat-perangkatnya perlu dikembangkan sebuah aplikasi Network Management System (NMS). Aplikasi Network Management System (NMS) berdasarkan International Organization for Standards (ISO) memiliki lima kriteria utama yaitu performance management, accounting management, configuration management, fault management dan security management.



1. Arsitektur Network Management
Kebanyakan arsitektur manajemen jaringan menggunakan struktur dasar dan sekumpulan aturan yang sama. Perangkat yang diatur (end station) seperti sebuah sistem komputer atau perangkat jaringan lain menjalankan perangkat lunak yang memungkinkan mereka mengirimkan peringatan ketika mereka mengalami masalah (misalkan, ketika satu atau lebih ambang batas yang ditentukan pengguna terlampaui). Seketika peringatan ini diterima, beberapa entitas manajemen yang telah diprogram akan bereaksi dengan melakukan beberapa instruksi seperti pemberitahuan ke operator, mencatat kejadian, mematikan sistem, dan memperbaiki sistem.











Entitas manajemen juga mampu untuk mengumpulkan informasi perangkat untuk memeriksa nilai variabel yang ditentukan. Proses pengumpulan data ini bisa dilakukan secara otomatis atau dengan bantuan operator, tetapi agen diperangkat yang akan dimonitor akan merespon semua permintaan baik secara otomatis maupun manual. Agen adalah perangkat lunak yang telah dikompilasi dengan informasi perangkat di mana mereka diletakkan dan menyimpan informasi ini dalam database management dan pada akhirnya menyediakan informasi itu kepada entitas manajemen dalam sebuah Network Management System melalui sebuah protokol manajemen jaringan. Protokol yang biasa digunakan yaitu Simple Network Management Protocol (SNMP) dan Common Management Information Protocol (CMIP) (http://www.cisco.com/en/US/docs/internetworking /technology/handbook/NM-Basics.html diakses 31 januari 2008).












2. Standar ISO untuk Network Management

International Standar Organization (ISO) telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam menetapkan standardisasi. Model Network Management yang ditetapkan ISO merupakan model utama yang digunakan untuk memahami fungsi-fungsi utama dari sistem manajemen jaringan. Model ini mencakup 5 (lima) area konseptual yaitu Fault Management, Configuration Management, Accounting Management, Performance Management dan Security Management (FCAPS). Penerapan setiap kriteria membutuhkan keterkaitan yang erat dengan sistem yang lain, misalkan untuk penerapan security management diperlukan sebuah server dan aplikasi khusus untuk authentifikasi pengguna. (http://ee.unila.ac.id/index.php/component/content/article/57weds-knowledge/159-network-management.html)

Sumber:
laksanasimanjuntak.blogdetik.com
www.toko-elektronika.com
10110082.blog.unikom.ac.id
www.alpensteel.com
imeldaruntuthomas.blogspot.com
rizur010593.wordpress.com
gunardisoft.blogspot.com