Pages

Senin, 14 Mei 2012

Ongkos

Ongkos produksi merupakan factor utama dalam menentukan jumlah barang atau jasa yang akan dijual di pasar. Untuk mengetahui penawaran dan jumlah barang yang ditawarkan harus mengethaui ongkos-ongkos yang dikeluarkan, dimana berakar dari prinsip produksi. Konsep ongkos produksi yang digunakan dalam analisa ekonomi berbeda dengan konsep ongkos yang biasa digunakan secara umum. Penggunaan kata “ongkos” biasanya dikatikan dengan biaya yang harus dipikul oleh suatu perusahaan (produsen), tetapi pengertian ini sering kabur karena ada pengeluaran yang harus dimasukkan sebagai ongkos dan ada pula yang harus dikeluarkan dalam komponen ongkos. Para ekonom mendefinisikan ongkos produksi untuk suatu output tertentu sebagai nilai yang harus dikorbankan (hilang) dari alternative produksi yang menggunakan input dimana input tersebut digunakan untuk memproduksi output tertentu diatas.

·         ONGKOS EKSPLISIT DAN ONGKOS IMPLISIT
Pengeluaran yang dibuat oleh seorang pengusaha (produsen) biasanya merupakan ongkos eksplisit karena hanya merupakan pembayaran untuk pembelian input-input saja. Misalnya pembyaran untuk membeli bahan-bahan mentah, barang setengah jadi, pembayaran untuk “overhead” berbagai macam serta pengeluaran untuk penyusutan. Ini merupakan biaya yang menurut akuntan dikategorikan sebagai pengeluaran.
Sedangkan ongkos implisit merupakan ongkos yang dimilikinya, penggunaan input sendiri biasanya tidak dihitung sebagai pengeluaran oleh suatu perusahaan. Misalnya, gaji bagi pemilik perusahaan biasanya tidak dihitung atau dimasukkan dalam komponen ongkos. Dan juga termasuk dalam komponen ongkos implicit adalah hasil yang diterima oleh pemilik perusahaan dari investasi pabrik, perlatan dan inventori (cadangan)-nya.
Prinsip yang sama dapat diterapkan pada suatu bentuk industry (corporation). Pemegang saham merupakan pemilik riil atas tanah, pabrik, peralatan dan inventori industry karena mereka telah menginvestasikan uangnya ke dalam sumber-sumber (dana) yang kemudian digunakan oleh industry. Deviden yang dibayarkan kepada pemilik saham merupakan ongkos produksi implicit dari sudut pandang ekonom. Pembicaraan mengenai ongkos produksi akan disederhanakan dengan berbagai alasan. Dalam hal ini hanya akan dibahas tentang ongkos produksi dari suatu perusahaan dalam memproduksi berbagai alternative produk. Ongkos untuk setiap output tergantung pada:
1.      Nilai input yang digunakan oleh perusahaan – harga input
2.      Teknik produksi yang tersedia untuk mengkombinasikan sumber (input) agar diproduksi output

·         ONGKOS JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG
Jangka pendek diartikan sebagai jangka waktu perencanaan yang sedemikian pendek (singkat) sehingga produsen tidak mampu untuk mengubah berbagai alternative penggunaan inputnya. Sehingga, jika periode perencanaan diperpanjang, ada kemungkinan untuk mengubah penggunaan salah satu inputnya. Semakin diperpanjang periodenya semakin mudah untuk mengubah penggunaan input-inputnya sampai semuanya dikategorikan berubah. Penafisran yang biasa digunakan untuk konsep “jangka pendek” adalah periode perencanaan yang sedemikian pendeknya sehingga produsen tidak mempunyai kesempatan (waktu) untuk mengubah jumlah beberpa input seperti tanah, gedung, mesin-mesin berat serta “top manager”.
Definisi jangka panjang merupakan periode perencanaan yang cukup panjang untuk suatu perusahaan sehingga mampu mengubah jumlah input yang digunakan setiap unit waktu. Sehingga semua inputnya variable. Produsen dapat mengubah ukuran pabrik sesuai dengan keinginannya kecil kebesar atau sebaliknya.

KURVA ONGKOS JANGKA PENDEK
            Pengklasifikasian input dalam jangka pendek menjadi input tetap dan variable memudahkan kita untuk membuat klasifikasi ongkos sebagai ongkos tetap dan ongkos variable. Ongkos tetap (Fixed Cost) merupakan biaya untuk pembelian input tetap. Sedangkan ongkos variable adalah ongkos untuk pembelian input variable. Perbedaan antara ongkos tetap dan ongkos variable merupakan dasar pembicaraan ongkos total (Total Costs, TC), ongkos rata-rata (Average Costs, AC) dan ongkos marginal (Marginal Cost, MC).

KURVA ONGKOS RATA-RATA
            Kurva ongkos setiap unit output atau kurva ongkos rata-rata menunjukkan informasi yang sama dengan kurva total ongkos, tetapi dalam bentuk yang berbeda. Kurva ongkos rata-rata adalah terdiri dari kurva ongkos rata-rata adalah terdiri dari kurva ongkos tetap rata-rata (Average Fixed Costs), kurva ongkos variable rata-rata (Average Variabel Costs), kurva biaya marginal. Ongkos tetap rata-rata merupakan besarnya ongkos setiap unit output yang dihasilkan dan didapat dengan membagi ongkos tetap total dengan output yang dihasilkan.

Secara sistematis, fungsi ongkos total dalam jangka pendek adalah sebagai berikut:

C = k + f(x)
Dimana :

C         adalah ongkos total (TC)
K         adalah ongkos tetap total (TFC)
F(x)     adalah ongkos variable total (TVC)
X         adalah output yang dihasilkan

Untuk mencari besarnya ATC, AFC, dan AVC secara aljabar adalah sebagai berikut:

ATC = C = k + f(x)
           X         x

AFC = k
            X

AVC = f(x)
             X

            Semakin besar output yang dihasilkan, semaikn kevil ongkos tetap rata-ratanya karena ongkos tetap totalnya konstan untuk berapapun besarnya output, ini berarti bahwa ongkos tetap tersebut harus dibagi (didistribusikan) untuk setiap unit output yang semakin besar, sehingga setiap unit output menanggung bagian yang semakin kecil. Selanjutnya dapat dikatakan bahwa kurva AFC berarah negative (menurun) ke kanan sepanjang output yang dihasilkan dan bersifat asymtotis.
KURVA ONGKOS JANGKA PANJANG

            Pada periode perencanaan jangka panjang berapapun besarnya (ukuran) pabrik sangat dimungkinkan bagi suatu perusahaan. Semua input variable. Produsen dapat menambah jumlah input yang digunakan setiap waktu dalam artian dapat mengubah jumlah tanah yang digunakan, gedung, mesin-mesin, manajemen dan semua inp[ut yang lainnya. Tidak aka nada ongkos tetap.
Ongkos total jangka panjang bentuknya diharapkan serupa dengan kurva total jangka pendek. Ongkos rata-rata jangka panjang didapat dari kurva ongkos total jangka panjang yaitu dengan membagi ongkos total tersebut untuk setiap output yang dihasilkan sehingga didapat kurva LAC.
Pembentukan LAC juga dapat dihasilkan dengan menganggap bahwa jangka panjang merupakan kumpulan (set) dari berbagai alternative situasi jangka pendek dimana perusahaan beroperasi. Pada setiap waktu dapat dipilih dan digunakan jangka pendek yang mana yang akan dipertimbangkan untuk melakukan produksi yang dinginkan. Dalam sudut panjang perencanaan jangka panjang, produsen mempunyai alternative untuk merubah rencana jangka pendeknya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar