Pages

Selasa, 02 April 2013

Sistem Embedded


 Sistem embedded didefinisikan sebagai suatu sistem pengolahan informasi yang ditambahkan/ditumpangkan pada produk/alat yang lebih besar (ukuran maupun fungsi). Sistem embedded ini lebih spesifik ditujukan pada alat elektronik yang memiliki fungsi tertentu. Apabila fungsinya terlalu umum, maka sistem tersebut lebih cocok disebut komputer.

Contoh sistem embedded : TV, Radio, handphone, mesin ATM, bahkan mobil (ABS, sistem navigasi, Smart parking, Alarm, dll).
Dalam sebuah sistem, terdapat input(masukan), proses, dan output(keluaran), meskipun ada juga yang hanya terdiri dari input dan proses, seperti perekam data (data logger), jika memori tidak dihitung sebagai keluaran, atau hanya proses dan output, seperti tampilan hiasan lampu.
Bagi para programmer, proses dalam sistem embedded lebih sering ditujukan pada prosessor(mikroprosessor), atau mikrokontroller yang membutuhkan kemampuan pemrograman.
Sedangkan untuk para engineer (elektronik), proses tersebut bisa juga berupa rangkaian digital (programmable) seperti PLC, DSP, FPGA, atau bahkan hanya menggunakan komponen-komponen dasar elektronik pun bisa dilakukan (mungkin hanya penghobi dan pelajar yang punya waktu untuk melakukan ini).

Secara umum input dapat didefinisikan sebagai segala hal yang mempengaruhi proses, sedangkan output adalah hasil dari proses tersebut. Input dapat berupa sensor ,transducer, saklar, tombol, ataupun bentuk komunikasi lain seperti wifi, USB, dan sebagainya. Sedangkan output dapat berupa tampilan (display), ataupun dalam bentuk komunikasi lain (tidak perlu disebutkan lagi).

Hal umum yang perlu diperhatikan dalam sistem embedded antara lain:
Efektif-Reaktif.
Untuk melakukan proses yang berhubungan langsung dengan lingkungan kerja real maka sistem embedded harus dapat melakukan proses secara cepat, atau real-time. Apabila proses pengolahan informasi sistem terlambat, maka hasil proses tersebut tidak dapat digunakan, dengan kata lain sistem tersebut tidak berguna. Untuk menjamin kecepatan proses, maka sistem tersebut secara keseluruhan harus dibuat efektif, mulai dari antarmuka sistem, desain perangkat keras, hingga perangkat lunak-nya.
Efisien.
Semakin kecil daya listrik yang diperlukan, semakin murah harganya, semakin ringan bobotnya, semakin sedikit komponen yang digunakan, dan semakin kecil dimensinya, maka semakin baik.
Handal.
Sistem embedded biasa digunakan untuk melakukan tugas yang sulit, atau tidak dapat dilakukan oleh manusia.Sering kali tugas tersebut berhubungan dengan keamanan manusia, contohnya lampu lalu lintas, sistem navigasi, bahkan pengendali reaktor nuklir. Oleh karena itu dalam pembuatan sistem embedded terdapat prosedur tertentu untuk meminimalisir terjadinya error, dan mekanisme penanganan error, apabila ternyata error tersebut muncul. Fitur-fitur yang tidak diperlukan dalam fungsi utama sistem tersebut sebaiknya dihilangkan, karena fitur tersebut berpotensi menimbulkan bug/eror pada sistem.
Awet.
Kebanyakan sistem embedded bekerja untuk waktu yang sangat lama, bahkan tidak boleh berhenti bekerja. Oleh karena itu segala bentuk pemborosan harus diminimalisir dan kualitas sistem harus teruji dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar